Rekayasa spj dana publikasi,pemdes ini di ingatkan berbentuk main-main.

oleh -10 views

BENGKULU SELATAN | rintisnews.com Oknum perangkat desa di Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provins Bengkulu, diduga kuat telah merekayasa surat pertanggungjawaban (SPj) dana publikasi media mainstream.

Hasil penelusuran KompolmasTV (grup DESA zone) ke berbagai sumber, mengulur waktu pembayaran tagihan publikasi berminggu-minggu hingga membuat media mitra benar-benar kelelahan menunggu diduga sebagai modus operandi pelaku.

Kemudian, petugas petugas media-media mitra untuk pembayaran sembari menyodorkan bukti pembayaran Rp1 juta untuk ditandatangani.

Setelah urusan administrasi beres, pelaku menyodorkan uang pembayaran dengan angka amit-amit hanya Rp 450 ribu. Kalau ada yang protes, pelaku menambahnya 1-2 lembar.

“Tidak ada alasan (dari pelaku- red ). Cuma katanya punya aku 600, punya dia 400. Dia bayar pajak,” ungkap salah satu pemilik media online yang mengaku dapat angka maksimal itu setelah protes, Selasa (1/6/2021) malam.

Sehari sebelumnya, oknum perangkat desa berinisial JS ini saat akan dikonfirmasi sedang tidak berada di kantornya.

Ketua Ikatan Media Online (IMO) Indonesia DPW Bengkulu, Ersan, menyayangkan tindakan tidak terpuji tersebut. Dia meminta desa-desa lain tidak main-main dalam urusan ini.

“Akal bulus seperti yang terjadi di desa ini tidak pernah terjadi di desa lain. Kami tegur dan akhirnya sudah mereka perbaiki. Tapi yang satu ini sepertinya malah membandel,” tulisnya, Senin (31/5) sore.

Dua tahun belakangan, satu-satunya alasan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan meningkatkan hubungan pada sektor biaya publikasi karena 42 pegiat per orang di daerah tersebut dapat memperoleh tambahan penghasilan dari dana publikasi desa.

Namun realitanya, angka pada SPj saja yang terlihat memadai, karena yang diterima tidak demikian.

“Ini bisa jadi preseden buruk bagi masa depan jurnalis sehat di Bumi Sekundang Setungguan. Rekan-rekan wartawan akan terjerumus ke hal-hal tak terduga demi tetap bertahan ,” sesal Ketua Umum Dayung Serunting ini.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan kepala desa tempat JS bekerja, Camat Air Nipis dan pihak berkompeten lainnya masih dalam upaya dikonfirmasi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.